Rabu, 06 Juni 2012

AKHLAK TERPUJI

                                          AKHLAK TERPUJI


Pengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi, perkataan “akhlak” berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradnya “Khuluqun” yang menurut logat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan “khalkun” yang berarti kejadian, serta erat hubungan ” Khaliq” yang berarti Pencipta dan “Makhluk” yang berarti yang diciptakan.
Pengertian akhlak adalah kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu maka kebiasaannya itu disebut akhlak .Jadi pemahaman akhlak adalah seseorang yang mengeri benar akan kebiasaan perilaku yang diamalkan dalam pergaulan semata – mata taat kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Oleh karena itu seseorang yang sudah memahami akhlak maka dalam bertingkah laku akan timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.
Dengan demikian memahami akhlak adalah masalah fundamental dalam Islam. Namun sebaliknya tegaknya aktifitas keislaman dalam hidup dan kehidupan seseorang itulah yang dapat menerangkan bahwa orang itu memiliki akhlak. Jika seseorang sudah memahami akhlak dan menghasilkan kebiasaan hidup dengan baik, yakni pembuatan itu selalu diulang – ulang dengan kecenderungan hati (sadar)2 .Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian. Semua yang telah dilakukan itu akan melahirkan perasaan moral yang terdapat di dalam diri manusia itu sendiri sebagai fitrah, sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, mana yang cantik dan mana yang buruk.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan latar belakang dari permasalahan sebagai berikut:
1.   Pengertian dari akhlak?
2.   Apa saja macam-macam dari akhlak terpuji?
3    Bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?
C.      Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
1.      Sebagai bentuk penyelesaian tugas mata kuliah Pen didikan Agama Islam.
2.      Untuk menjelaskan macam-macam akhlak terpuji yang dianjurkan dan di ridhoi Allah SWT serta penerapannya di kehidupan sehari-hari.
D. Manfaat penulisan
Penyusunan berharap makalah ini mampu menambah wawasan pembaca mengenai akhlak terpuji yang di ridhoi Allah SWT dan Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang mampu menambah iman para pembaca.

A.Pengertian akhlak
Diterjemah dari kitab Is’af thalibi Ridhol Khllaq bibayani Makarimil Akhlaq.Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani.Dimana dengan gambaran itulah manusia dibangkitkan disaat hakikat segala sesuatu tampak dihari kiamat nanti.
Akhlak adalah kata jamak dari khuluk yang kalau dihubungkan dengan manusia,kata khuluk lawan kata dari kholq.
Perilaku dan tabiat manusia baik yang terpuji maupun yang tercela disebut dengan akhlak.Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia lain,perilaku manusia dengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap lingkungan hidup.
Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari disebut akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah.Acuhannya adalah Al-Qur’an dan Hadist serta berlaku universal.
B.Macam-macam akhlak terpuji
Akhlakul karimah(sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya,diantaranya adalah husnuzzan,gigih,berinisiatif,rela berkorban,tata karma terhadap makhluk Allah,adil,ridho,amal shaleh,sabar,tawakal,qona’ah,bijaksana,percaya diri,dan masih banyak lagi.
Husnuzzan adalah berprasangka baik atau disebut juga positive thinking.Lawan dari kata ini adalah su’uzzan yang artinya berprasangka buruk ataup negative thinking.
Gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni percaya akan hasil positif dalam segala usaha.
Berinisiatif adalah perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti mampu berprakarsa melakukan kegiatan yang positif serta menhindarkan sikap terburu-buru bertindak kedalam situasi sulit,bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah,dan selalu menggunakan nalar ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna kepentingan masyarakat.
Rela berkorban artinya rela mengorbankan apa yang kita miliki demi sesuatu atau demi seseorang.Semua ini apabila dengan maksud atau dilandasi niat dan tujuan yang baik.
Tata karma terhadap sesama makhluk Allah SWT  ini sangat dianjurkan kepada makhluk Allah karena ini adalah salah satu anjuran Allah kepada kaumnya.
Adil dalam bahasa arab dikelompokkan menjadi dua yaitu kata al-‘adl dan al-‘idl.Al-‘adl adalah keadilan yang ukurannya didasarkan kalbu atau rasio,sedangkan al-‘idl adalah keadilan yang dapat diukur secara fisik dan dapat dirasakan oleh pancaindera seperti hitungan atau timbangan.
Ridho adalah suka,rela,dan senang.Konsep ridho kepada Allah mengajarkan manusia untuk menerima secara suka rela terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita.
Amal Shaleh adalah perbuatan lahir maupun batin yang berakibat pada hal positif atau bermanfaat.
Sabar adalah tahan terdapat setiap penderitaan atau yang tidak disenangi dengan sikap ridho dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil dari suatu pekerjaan.
Qona’ah adalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhkan diri dari sifat ketidakpuasan atau kekurangan..
Bijaksana adalah suatu sikap dan perbuatan seseorang yang dilakukan dengan cara hati-hati dan penuh kearifan terhadap suatu permasalahan yang terjadi,baik itu terjadi pada dirinya sendiri ataupun pada orang lain.
Percaya diri adalah keadaan yang memastikan akan kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan karena ia merasa memiliki kelebihan baik itu kelebihan postur tubuh,keturunan,status social,pekerjaan ataupun pendidikan.
1). Akhlak kepada Pencipta
Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta adalah Taubat.Taubat secara bahasa berarti kembali pada kebenaran.Secara istilah adalah meninggalkan sifat dan kelakuan yang tidak baik,salah atau dosa dengan penuh penyesalan dan berniat serta berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang serupa.Dengan kata lain,taubat mengandung arti kembali kepada sikap,perbuatan atau pendirian yang baik dan benar serta menyesali perbuatan dosa yang sudah terlanjur dikerjakan.
# Menurut Ibnu Katsir
Taubat adalah Tobat adalah menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan menyesali atas dosa yang pernah dilakukan pada masa lalu serta yakin tidak akan melakukan kesalahan yang sama pada masa mendatang.
# Menurut A.Jurjani
Tobat adalah kembali pada Allah dengan melepaskan segala keterikatan hati dari perbuatan dosa dan melaksanakan segala kewajiban kepada Tuhan.
# Menurut Hamka
Tobat adalah kembali ke jalan yang benar setelah menempuh jalan yang sangat sesat dan tidak tentu ujungnya.
2). Akhlak terhadap Sesama
Setelah mencermati kondisi realitas social tentunya tidak terlepas berbicara masalah kehidupan.Masalah dan tujuan hidup adalah mempertahankan hidup untuk kehidupan selanjutnya dan jalan mempertahankan hidup hanya dengan mengatasi masalah hidup.Kehidupan sendiri tidak pernah membatasi hak ataupun kemerdekaan seseorang untuk bebas berekspresi,berkarya.Kehidupan adalah saling berketergantungan antara sesama makhluk dan dalam kehidupan pula kita tidak terlepas dari aturan-aturan hidup baik bersumber dari norma kesepakatan ataupun norma-norma agama,karena dengan norma hidup kita akan jauh lebih mewmahami apa itu akhlak dalam hal ini adalah akhlak antara sesama manusia dan makhluk lainnya.
Dalam aklak terhadap sesama dibedakan mnjadi dua macam      :
@ Akhlak kepada sesama muslim.
Sebagai umat pengikut Rasullulah tentunya jejak langkah beliau merupakan guru besar umat Islam yang harus diketahui dan patut ditiru,karena kata rasululah yang di nukilkan dalam sebuah hadist yang artinya “sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.Yang dimaksud akhlak yang mulia adalah akhlak yang terbentuk dari hati manusia yang mempunyai nilai ibadah setelah menerima rangsangan dari keadaan social.Karena kondisi realitas social yang membentuk hadirnya karakter seseorang untuk menggapai sebuah keadaan.Contohnya:ketika kita ingin di hargai oleh orang lain,maka kewajiban kita juga harus menghargai orang lain,menghormati orang yang lebih tua,menyayangi yang lebih muda,menyantuni yang fakir karena hal itu merupakan cirri-ciri akhlak yang baik dan terpuji.Contoh lain yang merupakan akhlak terpuji antar sesame muslim adalah menjaga lisan dalam perkataan agar tidak membuat orang lain disekitar kita tersinggung bahkan lebih menyakitkan lagi ketika kita berbicara hanya dengan melalui bisikan halus ditalinga teman dihadapan teman-teman yang lain,karena itu merupakan etika yang tidak sopan bahkan diharamkan dalam islam.
@ Akhlak kepada sesama  non muslim
Akhlak antara sesama non muslim,inipun diajarkan dalam agama karena siapapun mereka,mereka adalah makhluk Tuhan yang punya prinsip hidup dengan nilai-nilai kemanusiaan.Namun sayangnya terkadang kita salah menafsirkan bahkan memvonis siapa serta keberadaan mereka ini adalah kesalahan yang harus dirubah mumpung ada waktu untuk perubahan diri.Karena hal ini tidak terlepas dari etika social sebagai makhluk yang hidup social.Berbicara masalah keyakinan adalah persoalan nurani yang mempunyai asasi kemerdekaan yang tidak bias dicampur adukkan hak asasi kita dengan hak merdeka orang lain,apalagi masalah keyakinan yang terpenting adalah kita lebih jauh memaknai kehidupan social karena dalam kehidupan ada namanya etika social.Berbicara masalah etika social adalah tidak terlepas dari karakter kita dalam pergaulan hidup,berkarya hidup dan lain-lain.Contohnya bagaimana kita menghargai apa yang menjadi keyakinan mereka,ketika upacara keagamaan sedang berlangsung ,mereka hidup dalam minoritas sekalipun.Memberi bantuan bila mereka terkena musibah atau lagi membutuhkan karena hal ini akhlak yang baik dalam kehidupan non  muslim.
@ Kesimpulan Akhlak Kepada Sesama
Setelah menelaah dan memahami akhlak kepada sesama sebagai kesimpulannya adalah sesungguhnya dalam kehidupan,kita tidak terlepas dari apa yang sudak ada dalam diri kita sebagai manusia termasuk salah satunya adalah akhlak.Karena akhlak adalah salah satu predikat tang disandang oleh manusia akhlak akan berjalan setelah manusia itu sendiri berada dalam alam social.Baik dan buruknya akhlak kepada sesama tergantung dari orang menjalani hidup,apakah membentuk karakternya dengan akal atau dengan hati karena keduanya adalah sumber.Jadi kesimpulan akhlak antar sesama yaitu sangat dianjurkan selama apa yang dilakukan punya nilai ibadah .
Dengan demikian orang yang berakal dan beriman wajib untuk mengerahkan segala kemampuannya untuk meluruskan akhlaknya dan berperilaku dengan perilaku yang dicintai Allah SWT.Serta melaksanakan maksud dan tujuan dari terutusnya baginda Rasullulah SAW yang bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan Akhlak”
Dari penjelasan ini menunjukkan bahwa: kesempurnaan akhlak yang hanya untuk itu Rasullulah diutus,merupakan ukuran baik dan tidaknya seseorang baik di dunia ini atau di akhirat nanti.Oleh karena itu wajib bagi setiap kaum muslimin agar budi pekertinya.Baik kepada dirinya,keluarga,dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.
3). ADIL
Pengertian adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.Adil juga berarti tidak berat sebelah,tidak memihak.Dengan demikian berbuat adil adalah memerlukan hak dan kewajiban secara seimbang tidak memihak dan tidak merugikan pihak manapun.Sebagai contoh seseorang yang adil akan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan kedudukannya,menghukum orang yang bersalah melakukan tindak pidana,membarikan hak orang lain sesuai dengan haknya tanpa mengurngi sedikitpun.
Firman Allah di dalam Al-Qur’an yang mamarintahkan berbuat adil antara lain:
Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 8
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Berlaku adil harus diterapkan kapada siapa saja tanpa membedakan suku,agama atau status sosial.Bahkab perlaku adil diterapkan kepada keluarga dan kerabat sendiri.Sebagaimana firman Allah berikut ini
Al-Qur’an surat An-nisa Ayat 135
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia[361] kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
Dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan kepada hambanya yang beriman supaya menjadi orang yang benar-benar menegakkan keadilan ditengah masyarakat.Berani menjadi saksi akrena Allah,walaupun yang menjadi tergugat dan terdakwa adalah diri sendiri,orang tua dan kerabat.
Oleh karena itu hukum harus diterapkan secara adil kepada semua masyarakat,karena sekali ada pihak yang merasa dizalimi dengan cara diperlakukan secara tidak adil,maka akan menimbulkan gejolak.Firman Allah lain tentang dali terdapat dalam surat An Nahl ayat 90
Artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku ADIL dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu daoat mengambil pelajaran.
4). RIDHO
Ridho menurut bahasa artinya rela,sedangkan menurut istilah ridha artinya menerima dengan senang hati segala sesuatu yang diberikan Allah SWT.Yakni berupa ketentuan yang telah ditetapkan baik berupa nikmat maupun saat terkena musibah.Orang yang mempunyai sifat tidak mudah bimbang,tidak mudah menyesal ataupan menggerutu atas kehidupan yang diberikan olaeh Allah,tidak iri hati atas kelebihan orang lain,sebab dia berkeyakinan bahwa semua berasal dari Allah SWT,manusia hanya berusaha.Ridho bukan ebrarti menyerah tanpa usaha namanya putus asa.Dan sikap putus asa tidak dibenarkan dalam agama islam.
Firman Allah dalam Al-qur’an surat A-baqarah ayat 153
Artinya:
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu
Bagaimanakah caranya agar seseorang bisa memunculkan rasa ridho ketika menerima kenyataan pahit yang tidak dikehendaki?Caranya yang paling jitu adalah dengan menyadari bahwa Allah SWT maha adil dan bijaksana dalam setiap ketetapan dan keputusannya.hendaklah seseorang yakin bahwa Allah tidak pernah salah dalam memutuskan suatu hal.
Sebenarnya sikap ridho adalah perasan hati yang senantiasa merasa bahagia ketika menerima takdir baik apapun.Melalui sikap ridho seseorang akan mudah bersabar menghadapi berbagai macam cobaan.
Ridho mencerminkan puncak ketenangan jiwa seseorang.Orang yangtelah menempati tingkatan ridho tidak akan mudah tergoncang apapun yang dihadapinya.Baginya apapun yang terjadi dialam ini merupakan kodrat atau kekuasaan dan irodat kehendak Allah.Segalanya harus diterima dengan rasa tenang danikhlas karena hal tersebut adalah pilihan Allah SWT yang berarti pilihan terbaik.
5). AMAL SHALIH
Amal berasal dari bahasa arab yang terbantuk masdar yaitu ya’mal yang artinya segala pekerjaan atau perbuatan.Sedangkan shalih artimya bagus.Amal shalih  berarti segala perbuatan/pekerjaan yang bagus yang berguna bagi pribadi,keluarga,masyarakat dan manusia secara keseluruhan.Kebalikan dari amal shalih adalah amalan sayyi’an atau amal jelek yaitu perbuatan yang mendatangkan madhorot,baik bagi pelaku maupun orang lain.
Secara garis besar amal shalih dapat dibagi dua macam:
1.                   Amal shalih yang bersifat vertikal,dalam hal ini diwujudkan dalam bentuk ibadah ritual kepada Allah SWT
2.                   Amal shalih ag bersifat horisontal yakni segala bentuk aktivitas sosial kemasyarakatan,bentuk politik yang diniati untuk bekal kehidupan alam akhirat.
Islam merupakan agama yang sama sekali tidak membadakan nilai ibadah yang terkandung dalam amal shalih yang barsifat vertikal maupum horisontal.Karena islam menghendaki umatnya menjadi penganut agama yang memiliki kedua keshalihan tersebut yaitu keshalihan individual setelah menunaikan amal shalih vertikal dan sekaligus manjadi anggota masyarakat yang memiliki keshalihan sosial setelah melakukan amal shalih horisontal.
Perintah Allah agar kita mangerjakan amal shalih terdapat dalam Ai-Qur’an anara lain:
Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 82
Artinya:
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya

KATA MEREKA:
Akhlak adalah perilaku lisan, perbuatan fisik, bahkan perbuatan diam kita. Semua tindak-tanduk kita adalah akhlak kita. Oleh karena itu, memiliki akhlak terpuji bukanlah suatu hal yang mudah. Namun, definisi akhlak bisa disederhanakan menjadi mengetahui kapan harus diam dan kapan tidak diam.
Nabi Muhammad tidak banyak bicara. Semua kata-kata yang keluar dari Rasulullah dicatat menjadi hadis. Bahkan, saat beliau diam pun, dicatat menjadi hadis.
Namun, kita bukanlah seorang nabi. Kita memerlukan pembelajaran untuk bisa memiliki kebijaksanaan, kecerdasan, sifat adil, dan sifat-sifat terpuji lainnya, untuk bisa mengendalikan perbuatan kita agar selalu terpuji.
Apakah Anda memiliki teman berakhlak terpuji?
Belajar dengan meniru adalah pembelajaran pertama manusia. Seorang bayi belajar dengan menirukan kata-kata yang diucapkan oleh orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Mempelajari akhlak kurang lebih sama. Kita akan mudah belajar dengan memiliki contoh untuk ditiru.
Mengikuti Ajaran Agama
Teman Anda tentunya bukanlah sumber utama dan sempurna. Sumber yang lebih baik adalah dari Al Quran dan hadis. Dari dua sumber inilah, kita bisa belajar mengenai mana yang benar dan yang salah. Jika Anda bukan beragama Islam, dari ajaran agama yang diajarkan kepada Anda.
Buku-buku Spiritual dan Buku-buku Psikologi Perilaku
Sumber pengendali perilaku kita adalah pemahaman. Pengetahuan saja belum mencukupi. Bila kita tahu tetapi tidak paham maksud dari berbagai peraturan, akan sedikit keinginan kita untuk mematuhinya. Namun, bila kita paham alasan mengapa suatu peraturan itu dibuat, kita akan lebih mudah untuk patuh.
Hikmah dan Perenungan Benar Salah dalam Berperilaku
Kebanyakan orang menjadi dewasa melalui proses perenungan. Ini membuat pembelajaran menuju dewasa menjadi lebih cepat. Misalnya, seperti berikut ini:
  • bahwa perbuatan jahat itu salah, dengan alasan apapun perbuatan itu dilakukan, dan kepada siapa pun kejahatan itu dilakukan;
  • kekerasan itu tidak pernah menyelesaikan masalah, bahkan akan mengundang masalah baru;
  • kemarahan itu harus dicegah karena banyak menghasilkan perbuatan yang bodoh dan irasional;
  • melanggar privasi orang lain itu tidak boleh karena kita tidak akan mau hal yang sama terjadi pada kita;
  • mengambil milik orang lain itu dilarang karena di dunia berlaku hukum hak dan kewajiban, kita hanya berhak atas hasil kerja kita dan tidak atas hasil kerja orang lain;
  • kejujuran ada di atas semua hal karena kebohongan dan penipuan merupakan sumber dari segala kejahatan; dan
  • mengikuti hawa nafsu bukanlah suatu hal yang baik, kita harus memiliki kendali dalam setiap perbuatan.
Poin-poin hasil perenungan tersebut bisa diambil dari hikmah kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita belajar dari keberuntungan dan ketidakberuntungan dalam hidup di dalam suatu masyarakat sosial.
Namun, yang lebih penting lagi, bagaimana kita belajar dari diri kita sendiri, dari setiap peristiwa yang kita alami ataupun dialami orang lain. Kita tidak perlu mengalami kesialan sebelum mengambil suatu pelajaran, bukan?

Akan lebih baik membuat postulat dan hukum pribadi dari akhlak terpuji yang kita buat sendiri, dari hasil perenungan kita, dan kemudian kita berlakukan sendiri, atau bersama teman-teman, dibanding menghadapi berbagai peristiwa buruk yang mungkin terjadi bila kita tidak berbuat baik dan tidak memiliki akhlak terpuji.

.    Tawadhu
1.      Pengertian Tawadhu
Tawadhu adalah rasa rendah diri tidak sombong. Orang muslim itu tawadhu tanpa menghinakan dirinya. Tawadhu adalah akhlak yang mulia. Allah SWT akan mengangkat orang-orang yang tawadhu karena-Nya dan merendahkan orang-orang yang sombong. Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :  ”Harta itu tidak berkurang karena sedekah, Allah tidak akan menambahkan kepada hamba yang memaafkan melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang tawadhu karena Allah melainkan Allah mengangkatnya.” (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain :
Artinya :  ”Hak Allah bahwa tidaklah sesuatu dari dunia itu sombong melainkan Allah merendahkannya.” (HR. Bukhari)

2.      Manfaat Sikap Tawadhu
a.       Dimuliakan oleh Allah SWT
Orang yang tawadhu dimuliakan oleh Allah SWT, sebaliknya orang yang sombong akan direndahkan oleh Allah SWT.
Sabda Rasulullah SAW, yang artinya ”Hak Allah bahwa tidaklah sesuatu dari dunia itu sombong melainkan Allah merendahkannya.” (HR. Bukhari)
b.      Dicintai sesama
Orang yang tawadhu akan dicintai oleh sesama manusia, karena ia selalu mencintai dan menghormati orang lain
c.       Banyak teman
Kebanyakan manusia suka bergaul/berteman dengan orang yang menjauhkan diri dari kesombongan atau bersikap tawadhu, karena orang yang tawadhu senantiasa menghargai orang lain dalam segala hal. Selain itu tawadhu akan mengantarkan seseorang kepada sikap kekeluargaan dan menjauhkan diri dari sikap egois.
Selain itu banyak lagi manfaat dari sikap tawadhu baik bagi diri sendiri atau bagi orang lain/masyarakat luas.

3.      Contoh Sikap Tawadhu
-          Mengunjungi orang yang statusnya dibawahnya, atau orang yang selevel dengannya dengan membawa oleh-oleh untuknya guna mencukupi kebutuhannya.
-          Mau duduk bersama-sama orang-orang miskin, orang sakit, orang cacat dan mau menjawab penggilannya, makan bersama mereka dan lain-lain.
-          Menunjukkan kehidupan yang sederhana, tidak makan atau berpakaian yang berlebihan

B.     Taat
Mentaati peraturan merupakan salah satu akhlak terpuji. Pada dasarnya semua peraturan yang kita taati akan terasa manfaatnya baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Sebagai mahluk sosial kita sangat bergantung kepada orang lain dan lingkungan sekitar. Dengan membiasakan diri mentaati peraturan akan menumbuhkan kehidupan yang aman, tenteram dan damai serta dalam suasana yang teratur.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT dilengkapi dengan tata cara kehidupan yang baik, yakni dengan diturunan peraturan-peraturan-Nya yang disampaikan melalui para utusannya yang berupa Al-Qur’an dan Al Hadits. Jika manusia mau mentaati peraturan-peraturan tersebut niscaya akan menumbuihkan kehidupan yang tertib, aman dan sejahtera.
Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, dari urusan pribadi sampai urusan bernegara. Dalam Islam ada perintah dan ada larangan, kewajiban bagi seorang muslim adalah mentaati peraturan tersebut. Bagi seorang muslim ketaatan harus dimiliki dalam kehidupannya, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa’ ayat 59 sebagai berikut :
Artinya :    ”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu.” (QS. An-Nisa’ : 59)

Pada ayat di atas bahwa kita wajib mentaati Allah, Rasul, dan ulil amri. Menurut Prof,. Dr. Quraish Syihab, pada kalimat ulil amri tersebut tida terselip kata taat, ini menunjukkan ketaatan pada ulil amri tidak bisa berdiri sendiri, tetapi berkait atau bersyarat dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Jadi, jika perintah ulil amri tidak bersesuaian dengan perintah Allah dan Rasul-Nya maka tidak dibenarkan kita mentaatinya. Ada sebuah kaidah yang menyatakan bahwa :
Artinya : ”Tidak dibenarkan adanya ketaatan kepada makhluk (manusia) dalam kemaksiatan kepada Khalik.”

C.    Qana’ah
1.      Pengertian Qana’ah
Menurut bahasa qana’ah bermakna merasa cukup, sedangkan secara istilah, qana’ah berarti merasa cukup atas apa yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada seseorang. Hal ini tidak berarti bahwa kita pasrah begitu saja tanpa usaha atau hidup bermalas-malasan tidak mau berusaha meningkatkan kesejahteraan, akan tetapi justru sebaliknya kita dituntut untuk berusaha semaksimal mungkin dengan rela hati menerima hasil dengan rasa syukur, selanjutnya kita pasrah kepada Allah SWT. Contoh seseorang bekerja yang berpendapatan sedikit tiap bulannya, tetapi dia bisa menerima. Dia tidak memikirkan cara lain untuk mendapatkan uang dengan cara yang tidak benar, misalnya dengan cara korupsi atau sejenisnya.
Sifat qana’ah yang dimiliki oleh seorang muslim akan dapat menimbulkan rasa tenang dan tenteram dalam hatinya. Sebab apapun yang dimilki orang lain tidak akan berpengaruh terhadap kehidupannya. Dia tidak akan iri dan dengki terhadap hal tersebut, dia juga yakin bahwa rezeki seseorang yang menentukan adalah Allah SWT. Berbeda dengan orang yang tidak memiliki sifat qana’ah, dia akan selalau merasa kurang terhadap apa yang dimilikinya. Ia bersifat rakus dan akan senantiasa berusahauntuk menambah apa yang dimilikinya dengan segala jalan tanpa memperhatikan tentang halal dan haramnya jalan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya : ”Dari Abdillah bin Amir, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :sungguh beruntung orang yang beragama Islam dan dicukupi rezeki, kemudian merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah SWT kepadanya”. (HR. Muslim)

2.      Fungsi Qana’ah
Qana’ah berfungsi untuk menetralisir dua sifat yang saling bertolak belakang, yaitu sifat sombong karena merasa kecukupan dan sifat berkeluh kesah karena merasa kekurangan, maka qana’ah berada pada posisi di tengah-tengah antara keduanya, artinya tidak sombong dan tidak berkeluh kesah.
a.       Fungsi qana’ah dalam kehidupan pribadi
Sifat qana’ah akan membawa hikmah bagi kehidupan seorang muslim, diantaranya :
1)      mempunyai jiwa yang tenang dan tenteram,
2)      terhindar dari sifat tamak dan dengki,
3)      menumbuhkan sikap sabar dan tabah,
4)      memperoleh pahala yang tak terhingga,
5)      menumbuhkan sifat optimis dan tidak mudah putus asa
6)      menjadikan seseorang berpola hidup sederhana sesuai dengan ajaran Islam.
b.      Fungsi qana’ah dalam kehidupan bermasyarakat
Orang yang mempunyai sifat qana’ah akan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat berupa akhlak yang mulia, diantaranya :
1)      suka berbuat baik kepada orang lain,
2)      jujur dalam perbuatan,
3)      suka menghormati antar sesama,
4)      bersikap toleransi dan lapang dada,
5)      tidak suka mengganggu hak dan kehormatan orang lain.

D.    Sabar
Sabara menurut bahasa, artinya teguh hati tanpa mengeluh tatkala ditimpa musibah. Sedangkan menurut istilah, sabar adalah tahan menderita terhadap sesuatu yang tidak disenangi dengan ridha dan ikhlas serta berserah diri kepada Allah. Sikap sabar harus diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, semua musibah dan bencana itu merupakan ujian dan cobaan dari Allah. Untuk mengatasi dan menghadapi segala macam ujian itu adalah sikap sabar. Dalam mencapai peringkat kesabaran diperlukan pelatihan yang terus menerus, disertai niat yang ikhlas dan tidak mudah putus asa.
Dalam Al-Qur’an dan hadits banyak dijumpai perintah dan anjuran supaya kita berlaku sabar dalam kehidupan. Bagaimanapun kita harus berusaha semaksimal mungkin menghindarimusibah, tetapi musibah itu tak pernah membiarkan siapa saja untuk mengingkari kedatangannya. Itulah pentingnya sikap sabar harus dimiliki setiap orang, sebab kekuatan manusia dalam menghadapi masalah sangat terbatas. Firman Allah SWT. :
Artinya :    ”Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan diberikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Baqarah : 155)

Dalam ayat yang lain :
Artinya :    ”Hai orang-orang yang beriman bersabarlah dan keluarkanlah kesabaranmua dan tetaplah bersikap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS. Ali Imran : 200)

Kesabaran harus dimiliki setiap orang yang beriman, sebab kesuksesan dan keberhasilan biasanya diperoleh melalui sikap sabar, dan tidak sedikit tujuan yang ingin dicapai itu gagal, disebabkan tidak mempunyai sikap sabar. Jika kesabaran itu telah menjadi sikap kita berarti kesabaran itu telah menghiasi diri kita.
Penerapan sabar bila ditinjau dari pendapat ulama akhlak dibagi menjadi lima macam, yaitu :
1.      Bersabar dalam melakukan ibadah (As sabru fil ”ibadah)
Yakni selalu berusaha untuk mengamalkan setiap perintah Allah guna mendekatkan diri kepadanya baik amalan wajib maupun yang sunah. Begitu pula segala larangan-Nya selalu mengendalikan diri dan menjauhi untuk meninggalkannya baik yang haram maupun perbuatan-perbuatan yang makruh.
2.      Bersabar bila ditimpa musibah (As sabru indal musibah)
Mereka mempunyai sikap teguh hati tatkala ditimpa musibah, baik berupa kemiskinan, kematian keluarga, sakit, dan kecelakaan. Mereka menyadari bahwa kehidupan ini semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Sikap ini digambarkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :
Artinya :  ”(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, ” Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al-Baqarah : 156)
3.      Bersabar terhadap kehidupan dunia (As sabru ‘aniddunnya)
Bersikap sabar terhadap tipu daya dengan cara mampu mengendalikan diri, tidak boros, rakus dan tamak, serta melampiaskan hawa nafsu kehidupan ini jangan dijadikan tujuan hidup, tetapi sebagai alat untuk mempersiapkan diri menghadapai kehidupan yang kekal di akhirat.
4.      Bersabar dalam menghadapi maksiat (As sabru ‘anil maksiat)
Mampu menahan diri untuk berbuat maksiat dan berusaha menghindarinya. Dorongan perbuatan maksiat biasanya kuat sekali, sebab manusia senantiasa digoda syetan yang berusaha menjerumuskannya.
5.      Bersabar dalam perjuangan (As sabru fil jihad)
Bila dalam berjuang menegakan kebenaran dikendalikan dengan sikap sabar, maka akan timbul kewaspadaan dan cermat dalam menghadapi segala tantangan, sebaliknya bila tidak sabar kerap kali mundur ditengah jalan dan gagal dalam perjuangan.

Dari beberapa penjelasan tentang kesabaran maka dapat diketahui ciri-ciri orang yang sabar, antara lain:
1.      Mereka menerima segala musibah yang menimpanya dengan lapang hati serta bersikap tabah menghadapinya.
2.      Mereka selalu berusaha mencari solusi yang baik agar bisa keluar dari permasalahan yang dihadapinya.
3.      Mereka tidak mudah putus asa dan berprasangka baik kepada Allah SWT, sekalipun cobaan itu datang bertubi-tubi.
4.      Mereka menerima dengan sikap ikhlas dan bertawakal kepada Allah sebab sikap yang demikian bernilai ibadah dalam pandangan Allah.
5.      Mereka menggunakan akalnya dalam menjalankan agamanya, sehingga segala maca musibah diyakini sebagai alat uji Allah terhadap keimanannay.

Peran sabar dalam kehidupan
Beberapa peran sabar dalam kehidupan antara lain :
1.      Memperoleh kesenangan dan kesenangan dalam hidupnya.
Firman Allah SWT.
Artinya :    “Keselamatan atasmu dan kesabaranmu maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. (QS. Ar-Ra’du : 24)
2.      Memperoleh pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT.
Firman Allah SWT.
Artinya :    ”Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang,. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti”. (QS. Al Anfal : 65)
3.      Memperoleh rahmat dan kegembiraan dan kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat.
Firman Allah SWT.
Artinya :    ”Mereka itulah orang yang dibalasi dengan bertabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya”. (QS. Al Furqan : 75)
4.      Memperoleh derajat yang mulia dan dijadikan menjadi pemimpin yang dapat memberikan petunjuk.
Firman Allah SWT.
Artinya :    ”Dan Kami jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memeri petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”. (Qs. As Sajdah : 24)
5.      Memperoleh janji berupa balasan pahala yang tidak terbatas.
Firman Allah SWT.
Artinya :    ”...sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas”. (QS. Az Zumar : 10)
6.      Semakin membuat orang dekat kepada Allah, sebab dapat menerima ketentuan Allah dengan ikhlas.
Firman Allah SWT.
Artinya :    ”...akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabarnmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap apa yang mereka tipudayakan.” (QS. An Nah : 126-127)

Selain manfaat di atas masih banyak lagi manfaat sabar antara laian :
·         Dapat menjadikan manusia memiliki mental yang kuat
·         Dapat menjadikan manusia memiliki keyakinan yang kokoh dan mendorong untuk memiliki semangat kerja
·         Dapat menjadikan manusia dikasihi Allah. Karena Allah saya kepada orang-orang yang sabar
·         Dapat menjadikan manusia tidak berputus asa
Dapat menjadikan manusia hidupnya sukses mencapai keberhasilan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar